Notification

×

Iklan

Iklan

Erdogan mendukung ide Putin untuk membangun pusat gas internasional di Turki

Friday, March 10, 2023 | March 10, 2023 WIB | 0 Views
Pada tanggal 13 Oktober 2022, Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu di Astana, Kazakhstan.


Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mendukung gagasan Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk menciptakan pusat gas alam internasional di Turki. 

Pusat gas tersebut akan digunakan untuk mengirimkan pasokan gas Rusia ke Eropa. 

Erdogan dan Putin telah meminta pemerintah masing-masing untuk mempresentasikan rencana pembangunan sesegera mungkin.


Erdogan menyatakan bahwa otoritas energi kedua negara akan bekerja sama dalam menentukan tempat terbaik untuk membangun pusat distribusi tersebut, yang kemungkinan besar akan berada di barat laut Turki, di wilayah Thrace yang berbatasan dengan Yunani dan Bulgaria. 

Erdogan mengatakan hal tersebut kepada wartawan di pesawat kepresidenan saat kembali dari Kazakhstan pada Kamis (13/10/2022).


Erdogan mencatat bahwa sementara Turki telah memiliki pusat distribusi nasional, infrastruktur baru akan menjadi pusat gas internasional pertama di negara itu. 

Keputusan tersebut diambil setelah pertemuan tertutup antara Erdogan dan Putin di sela-sela KTT regional di Astana pada Kamis.


Presiden Rusia menawarkan untuk membangun pusat gas utama di Turki untuk menangani pasokan yang sebelumnya diarahkan ke Eropa melalui pipa Nord Stream 1 di Laut Baltik. 

Pipa tersebut, bersama dengan Nord Stream 2 yang belum digunakan, rusak parah dalam serangkaian ledakan pada akhir September, yang secara luas dianggap sebagai hasil sabotase.


Putin memuji Turki sebagai salah satu mitra "paling andal" untuk transit bahan bakar Rusia ke Eropa, dan mencatat bahwa pusat gas internasional tidak hanya berfungsi sebagai platform distribusi, tetapi juga dapat digunakan untuk menentukan harga gas dan menghindari "politisasi" dari masalah tersebut.


Kremlin sebelumnya telah mendesak Ankara untuk mempertimbangkan lebih lanjut pengembangan infrastruktur gasnya setelah beberapa orang ditahan di Rusia karena diduga merencanakan menyabotase pipa TurkStream. 

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan pipa tersebut sekarang menjadi satu-satunya yang "berfungsi penuh, terisi penuh dan bekerja sebagai rute jarum jam" untuk gas Rusia mencapai Eropa.

×
Berita Terbaru Update